Announcement

Collapse
No announcement yet.

Perbedaan Pajak Berdasarkan Jenisnya

Collapse
X
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Perbedaan Pajak Berdasarkan Jenisnya

    Pajak sendiri adalah pungutan wajib dari rakyat untuk negara dan nantinya akan digunakan untuk kepentingan masyarakat umum dan pemerintah. Salah satu jenis pajak adalah pajak penghasilan. Sehingga, bagi Anda yang sudah bekerja terutama yang memiliki pendapatan minimal Rp 4,5 juta per bulannya harus melakukan wajib pajak dengan melaporkan kekayaan yang dimiliki pada bulan Januari dan paling lambat bulan Maret per tahunnya.

    Bagi sebagian orang, melakukan pelaporan pajak menjadi salah satu hal yang cukup susah apalagi jika penghasilan yang dimiliki cukup banyak dan berasal dari beberapa sumber misalnya karena Anda melakukan investasi tertentu misalnya investasi rumah. Karena hal tersebut tidak heran jika sebagian orang memilih untuk meminta bantuan pada orang lain atau dengan menggunakan aplikasi penghitungan pajak. Aplikasi ini bermanfaat untuk menghitung pajak yang akan Anda bayarkan. Masing-masing aplikasi tersebut memiliki kemampuan dan fitur yang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga Anda bisa memilih jenis aplikasi penghitungan pajak yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

    Pertama adalah PPN atau pajak pertambahan nilai. Jenis pajak ini merupakan pajak atas setiap pertambahan dari nilai barang dan jasa dalam peredaran yang berasal dari produsen ke konsumen. Pajak yang disebut juga dengan Value Added Tax atau GST (Goods and Service Tax) ini termasuk jenis pajak yang tidak langsung yang artinya adalah pajak tersebut akan disetor ke pihak lain yang bukan merupakan penanggung pajak. Anda bisa menemukan pajak PPN ini di setiap outlet makanan yang ada di mall, sehingga tidak heran jika harga makanan di mall lebih mahal dibandingkan yang diluar mall.

    Kedua adalah PPh. PPh atau pajak penghasilan merupakan pajak yang dibebankan ke seseorang atau perusahaan atau badan hukum yang memenuhi ketentuan. Pajak yang diberlakukan tersebut bisa diberlakukan progresif, regresif ataupun proporsional. Terdapat beberapa jenis PPh. Pajak penghasilan pasal 21 atau yang lebih dikenal dengan PPh 21 ini dibedakan menjadi 6 jenis, yaitu:

    • Untuk pegawai tetap serta penerima pensiun berkala. Jenis PPh 21 ini dibedakan lagi menjadi 2 berdasarkan pada penghitungan PPh-nya yaitu:

    1. Penghitungan Pph 21 masa atau bulanan yang wajib dilakukan rutin per bulannya.
    2. Penghitungan kembali di tiap masa pajak desember atau masa pajak ketiga pegawai tersebut berhenti bekerja.

    • PPh untuk pegawai tidak tetap atau untuk tenaga kerja lepas.
    • Anggota dewan pengawas ataupun dewan komisaris yang tidak memiliki jabatan lain sebagai pegawai tetap.
    • Penerima imbalan lain yang sifatnya tidak teratur.
    • Peserta program pensiun yang statusnya masih pegawai yang menarik dana pensiun.

    Ada juga jenis pajak penghasilan yang lainnya yaitu PPh 22 yang dipungut oleh:

    • Bendaharawan dari pemerintah pusat atau daerah atau lembaga pemerintah atau instansi dan lembaga lainnya yang berkenaan dengan pembayaran dari penyerahan barang.
    • Badan tertentu baik swasta atau pemerintah terkait dengan kegiatan impor atau kegiatan usaha di bidang yang lainnya.

    Jenis PPh yang bisa dihitung dengan menggunakan aplikasi penghitungan pajak adalah:

    • PPh 23 yang merupakan PPh yang dipotong dari penghasilan yang diperoleh atau diterima wajib pajak di dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap yang asalnya dari penyerahan jasa, modal ataupun dari penyelenggaraan kegiatan yang lainnya selain yang sudah dipotong PPh 21. Jenis pajak ini dibayarkan atau terhutang oleh subjek pajak sesuai dengan uu ketenagakerjaan serta uu permodalan.
    • PPh 24 untuk penghasilan dari luar negeri.
Working...
X